Sunday, April 30, 2006

My Ubuntu


Inilah "Ubuntu" saya

Sunday, April 23, 2006

AKERNILUD

Alkisah, pada jaman dahulu kala di sebuah negeri yang sangat kaya raya, seorang raja yang bernama Ilosius Doyonuya, dibantu oleh Perdana Menteri yang bernama Jakal Kupus, raja tersebut yang memerintah dengan bijaksana serta arif dan adil, semua permasalahan mulai dari ekonomi sampai ke masalah politik dan bahkan masalah remeh seperti maling ayam diselesaikan dengan adil dan bijaksana, namun sang Perdana Menteri adalah bekas pedagang ikan asin yang kebetulan terpilih menjadi Perdana Menteri, jadi pemikiran sang PM adalah bagaimana memakmurkan daripada rakyat.

Pada suatu hari, tertiup kabar angin bahwa sebuah toko yang biasa menjual daun lontar dan perlengkapan memutuskan untuk menjual daun lontar yang berisi kumpulan dan gambar-gambar wanita cantik yang ada di negeri itu, sontak semua telinga dan mata yang ada di negeri itu mencoba mencari tahu, seperti apakah bentuk kemasan dan isi kumpulan daun lontar itu, karena toko yang akan menjual barang tersebut mengambil lisensi dari negeri di seberang timur jauh, dan kumpulan daun lontar yang sudah dijual di negeri seberang lautan itu sangatlah terkenal namanya karena memuat gambar wanita tak berbusana dan kualitas daun lontar maupun isinya sangat luar biasa, nama kumpulan daun lontar itu “Akernilud”, memang namanya sangat terdengar aneh dan tidak wajar, tetapi nama tersebut bisa mendatangkan banyak uang, itu sangat terbukti karena setelah ada kabar angin bahwa ada satu toko yang akan menjual kumpulan daun lontar tersebut, banyak orang-orang di negeri itu yang ingin menangguk keuntungan dari dijualnya kumpulan daun lontar itu langsung berganti pekerjaan, yang dulunya pemulung sekarang jadi calo wanita cantik yang pengen jadi cover kumpulan daun lontar tersebut, yang dulunya prajurit langsung berganti pekerjaan sebagai distributor daun lontar karena mereka yakin bahwa bisnis daun lontar akan sangat menguntungkan dengan dijualnya kumpulan daun lontar itu, disamping itu semua ternyata ada beberapa kelompok yang tidak ingin kumpulan daun lontar dijual dengan alasan bahwa kumpulan lontar tersebut tidak sesuai dengan budaya kita yaitu budaya barat, dan juga karena barang tersebut tidak sesuai dengan nilai moral kepercayaan yang mereka anut yaitu kepercayaan “Madhep Wetan”,sebuah aliran yang mereka dapatkan dari sebuah pulau yang berada jauh sekali dari negeri yang sedang saya ceritakan, aliran ini terkenal sangat ketat dalam pelaksanaan hukum-hukum kepercayaannya, dan juga sangat membatasi kebebasan berpakaian, karena penganut aliran mereka diwajibkan untuk menutupi kaki dan tangannya pada saat meninggalkan rumah, sedangkan bagian lain boleh bebas, walaupun begitu penganut aliran ini jumlahnya sangat banyak dan rata-rata terdiri dari pejabat-pejabat kerajaan bahkan massa utama mereka adalah para begundal-begundal dan para pengangguran yang tidak mau berusaha, mereka mengikuti aliran ini karena ingin makan gratis dan bisa menunjukkan kekuatan mereka, pernah suatu waktu, para penganut aliran ini, dipimpin oleh Sesepuh kelompoknya membuat onar di sebuah tempat bersantai yang terletak di sebelah alun-alun kota, alasan mereka tempat itu disalahgunakan menjadi tempat madat dan tempat melampiaskan nafsu syahwat secara sembunyi-sembunyi, mereka menghancurkan semua barang yang ada di tempat itu dan menyandera para wanita yang kebetulan berada di tempat itu, mereka membawa semua uang yang ada dengan alasan ingin dibakar karena uang tersebut hasil dari kejahatan, tetapi menurut seorang saksi mata yang membuntuti mereka sampai ke tempat berkumpul kelompok itu, para anggota kelompok tersebut memperkosa semua wanita dan memasukkan uang hasil jarahan tersebut ke dalam brankas kantor mereka, dan sebagian uang tersebut mereka belikan arak dan tuak, dan juga candu, mereka berpesta pora semalam suntuk, dan begitu selesai mereka meninggalkan wanita-wanita itu di tengah hutan, namun karena keberadaan mereka di back up oleh pejabat kerajaan maka kasus ini di peties kan.

Pada suatu waktu, kelompok “Madhep Wetan” ini mengadakan rapat akbar di tengah alun-alun, berhubung sebagian pejabat kerajaan berasal dari kelompok ini, mereka bebas saja menggunakan alun-alun sebagai tempat berkumpul, padahal menurut titah Raja, alun-alun tersebut hanya boleh digunakan pada saat-saat penting saja,dan harus mendapat ijin dari sang raja, berhubung sang raja sedang berkunjung ke negeri seberang, dan dia tidak dapat mengetahui apa yang terjadi di negerinya para pejabat yang menganut aliran itu dapat seenaknya memberikan ijin pakai alun-alun kepada kelompok tersebut, oke kembali lagi pada suasana di alun-alun, ternyata tidak banyak yang mengikuti rapat akbar ini, para pejabat yang menganut aliran ini pun tidak tampak batang hidungnya, yang hadir hanya penganut aliran yang dari kalangan anak-anak putus sekolah, pengamen, preman, begundal, pengangguran, penjahat. Pemimpin kelompok ini mulai berbicara tentang adanya kabar bahwa di negeri ini akan ada toko yang menjual kumpulan daun lontar, dan karena kumpulan daun lontar itu tidak sesuai dengan kebudayaan barat, dan juga tidak sesuai dengan norma aliran mereka, maka sang pemimpin mengajak agar semua penganutnya menolak dengan tegas penjualan Akernilud, dan mendukung di sahkannya sebuah peraturan yang sedang di godok di Perwakilan Dewan Rakyat, peraturan itu rencananya akan mengatur tentang bagaimana cara berpakaian seluruh rakyat, dan karena seluruh anggota PDR adalah penganut aliran “Madhep Wetan” maka peraturan tersebut mengacu kepada hukum aliran mereka dan tidak mempertimbangkan perbedaan yang ada di negeri itu, karena ada sebuah daerah di negeri itu yang dihuni oleh sebuah suku yang cara berpakaian mereka sangat berbeda dengan aliran “Madhep Wetan”, yaitu seluruh badan tertutup kain dan hanya tangan, kaki dan kepala mereka saja yang tidak tertutup oleh pakaian, dan di daerah ini para wanitanya terkenal cantik-cantik, kita kembali pada PDR, peraturan itu rencanaya akan di sah kan 3 bulan lagi, tetapi karena desakan beberapa pimpinan penganut aliran “Madhep Wetan” yang di koordinatori oleh Mora Maira, anggota PDR mempercepat proses pembuatan aturan tersebut dan pengesahan diajukan menjadi 2 bulan mendatang, padahal semua substansi dan tata cara pelaksanaanya belum menemui titik terang, tetapi para anggota PDR ketika ditanya pasti berkata, “ah...nanti kan bisa sambil dijalanken daripada itu peraturan kan bisa daripada kita benahi daripada sedikit-sedikit,yang penting kita kan menampung daripada aspirasi daripada rakyat”, yah itulah komentar dari anggota PDR, mari kita kembali ke alun-alun, suasana siang itu sangat panas, massa dari aliran MW sudah terlihat sangat bersemangat untuk segera menghancurkan toko yang merek anggap tidak bermoral tersebut, usut punya usut, ternyata mereka mendapat dukungan dari Perdana Menteri Jakal Kupus, mereka memutuskan untuk menyerang toko tersebut karena hari itu adalah hari dimana toko tersebut memulai penjualan Akernilud dan mereka semua tampaknya ingin menghancurkan toko itu dan merampas semua Akernilud yang akan dijual, tepat pada pukul 12.00 siang mereka bergerak ke arah toko yang menjual Akernilud dan ternyata para prajurit kerajaan sudah berjaga di depan pintu gerbang toko yang menjual Akernilud tersebut, para anggota MW mulai berteriak-teriak seperti orang kesetanan, dan mereka mulai melakukan tindakan-tindakan anarkis, melempari toko tersebut dengan batu, kayu dan barang barang yang ada di sekitar situ, dan bahkan mereka mulai berani melempari prajurit kerajaan dengan maksud agar mereka menyingkir, tetapi karena prajurit kerajaan sudah menggunakan anyaman bambu untuk melindungi mereka maka para anggota MW tidak ada yang berhasil melukai prajurit, kejadian itu berlangsung cukup lama dan tampaknya para prajurit hanya berjaga saja, tidak berani membalas perlakuan anggota MW (apakah ini perintah atasan mereka yang notabene anggota MW? Saya tidak tahu, saya hanya pencerita, dan tidak bermaksud menyelidiki) setelah berlangsung kira-kira 2 jam, prajurit kerajaan mulai kewalahan dan akhirnya para demonstran mulai merangsek masuk ke halaman toko, mereka berhasil menjebol pagar yang dibuat dan tumpukan batu, di depan sendiri sang pemimpin Mora Riama berteriak-teriak agar toko pimpinan toko tersebut keluar, dan karena tidak ada jawaban dari toko tersebut, Mora Riama memasuki toko tersebut dengan beberapa anggota yang menjadi bodyguardnya, setelah mengacak-acak toko dia akhirnya mendapatkan Akernilud edisi perdana, tetapi karena sistem penjualan barang tersebut mengggunakan sistem LuarJaring sebuah sistem penjualan terbaru pada saat itu, dan terbukti sangat ampuh, sehari sebelumnya Akernilud edisi perdana telah habis terjual maka yang tersisa di toko adalah Akernilud pesanan pejabat-pejabat kerajaan, yang rencananya akan diantarkan kalau hari sudah malam, karena para pejabat tidak ingin diketahui oleh rakyat bahwa mereka juga senang akan gambar wanita-wanita cantik, padahal mereka adalah penganut MW, kita kembali lagi ke Mora Riama, dia mengambil satu tumpukan dan membuka isinya, dahinya berkerut, agak bingung dan di wajahnya tampak kekecewaan yang mendalam, seperti seorang anak sd yang gagal dalam lomba gambar. Dengan nada yang pelan dan dengan nafas yang berat serta wajah yang kecewa, Mora Riama berkata kepada para bodyguardnya, “Ternyata tidak ada gambar wanita bugilnya.....” lalu mimik mukanya berubah menjadi marah dan sambil menenteng Akernilud edisi perdana dia keluar dan berteriak kepada para anggota MW, “Para sahabatku sekalian, ternyata di dalam Akernilud ini tidak ada gambar wanita bugilnya, hanya artikel saja, misi kita untuk mendapatkan Akernilud gratis dengan harapan akan melihat gambar wanita bugil telah gagal, mari kita bakar saja toko ini, sangat mengecewakan!!!!!”, ternyata itulah yang menjadi misi utama kelompok MW ini, dan seorang bapak-bapak yang sedang melihat keramaian ini menyeletuk, “ walah, gemblung, arep ndelok gambar ngono wae ndadak mengatasnamakan kebudayaan barat, lan hukum aliran, mbok ya pesen wae langsung opo piye, ora usah isin nek ancene pengen ndelok, opo koyo aku, lengganan sing edisi asline, pancen goblok tenan arek-arek kae” sambil menaiki sepedanya dan menggenjotnya, orang tua tersebut berteriak, “Munafik tenan!! Kelakuan dho sok suci!!Bubar wae, mbalik nyang ndeso dadi buruh tani kono!!!”

Karl Korsch (1950)

Ten Theses on Marxism Today




1. It no longer makes sense to ask to what extent the teaching of Marx and Engels is, today, theoretically acceptable and practically applicable.

2. Today, all attempts to re-establish the Marxist doctrine as a whole in its original function as a theory of the working classes social revolution are reactionary utopias.

3. Though basically ambiguous, there are, however, important aspects of Marxian teaching which in their changing function and applying to different locations have until today retained their effectiveness. Also, the impetus generated by the praxis of the old Marxist labor movement has been presently incorporated into the practical struggles of peoples -and classes.

4. The first step in re-establishing a revolutionary theory and practice consists in breaking with that Marxism which claims to monopolize revolutionary initiative as well as theoretical and practical direction.

5. Marx is today only one among the numerous precursors, founders and developers of the socialist movement of the working class. No less important are the so-called Utopian Socialists from Thomas More to the present. No less important are the great rivals of Marx, such as Blanqui, and his sworn enemies, such as Proudhon and Bakunin. No less important, in the final result, are the more recent developments such as German revisionism, French syndicalism, and Russian Bolshevism.

6. The following points are particularly critical for Marxism: (a) its dependence on the underdeveloped economic and political conditions in Germany and all the other countries of central and eastern Europe where it was to have political relevance; (b) its unconditional adherence to the political forms of the bourgeois revolution; (c) the unconditional acceptance of the advanced economic conditions of England as a model for the future development of all countries and as objective preconditions for the transition to socialism; to which one should add; (d) the consequences of its repeated desperate and contradictory attempts to break out of these conditions.

7. The results of these conditions are: (a) the overestimation of the state as the decisive instrument of social revolution; (b) the mystical identification of the development of the capitalist economy with the social revolution of the working class; (c) the subsequent ambiguous development of this first form of the Marxian theory of revolution by the artificial grafting onto it of a theory of the communist revolution in two phases; this theory, directed on the one hand against Blanqui, and on the other against Bakunin, whisks away from the present movement the real emancipation of the working class and puts it back into the indefinite future.

8. This is the point for insertion of the Leninist or Bolshevik development; and it is in this new form that Marxism has been transferred to Russia and Asia. Thereby Marxism has been changed; from a revolutionary theory it has become an ideology. This ideology could be and has been used for a variety of different goals.

9. It is from this viewpoint that one comes to judge in a critical spirit the two Russian revolutions of 1917 and 1928, and it is from this viewpoint that one must determine the functions fulfilled by Marxism today in Asia and on a world scale.

10. The control of the workers over the production of their own lives will not come from their occupying the positions, on the international and world markets, abandoned by the self-destroying and so-called free competition of the monopolistic owners of the means of production. This control can only result from a planned intervention by all the classes today excluded from it into a production which today is already tending in every way to be regulated in a monopolistic and planned fashion.



Diterjemahkan oleh Andrew Giles-Peters. From TELOS #26 (Winter 1975-76);
sumber : http://www.geocities.com/CapitolHill/Lobby/2379/index.html

Generasi pertama dari 02 XDA yang cukup lengkap dalam fitur dan asesoris penunjang.










SPESIFIKASI

Network system

GSM 900 / GSM 1800

Size

129 x 73 x 18 mm

Weight

201 g

Display

- TFT Touchscreen, 4096 colors
- 240 x 320 pixels

Battery type

Standard battery, Li-Po

Stand-by

Up to 150 h

Talk time

Up to 3 h 30 min

Ringtones


Option

- Polyphonic ringtones
- WAV ringtones
- USB port
- Build-in handsfree

Number in phone

Yes

Call records

Yes

Memory

- Intel Strong ARM 32-bit processor
- 64 MB RAM
- 32 MB ROM
- MMC/SD card slot

GPRS

Class 8 (4+1 slots)

Messaging

SMS, Email, Instant Messaging

Infrared port

Yes

Games

Yes

Color


Features

- Microsoft Windows for Pocket PC
- Pocket Office(Word, Excel, Outlook)
- Media player
- HTML browser
- Voice memo




Sukses Nokia seri 9000 (communicator), dengan produk pertamanya, Nokia 9210, rupanya bikin vendor asal Finlandia ini ingin mengulangnya, dengan meluncurkan 'saudara kembarnya' yaitu Nokia 9210i. Apa sih bedanya dengan generasi pendahulunya itu? Yuk, kita telusuri satu persatu secara lebih detail.
Untuk target market produk ini, tetap tidak berubah, yaitu bagi mereka kalangan menengah ke atas terutama para pebisnis yang sering melakukan traveling sehingga mereka bisa terus up-to-date dimanapun berada. Meskipun bodinya tidak ramping, dan cukup berat, yakni berbobot 244 kg, tapi ponsel (telepon selular) yang satu ini tetap banyak peminatnya.
Nokia 9210i beroperasi pada jaringan dualband, tidak memiliki GPRS (General Packet Radio Service) namun tetap mempunyai WAP browser bagi akses anda ke sambungan internet, yang mendukung CSD (Circuit Switched Data) dan HSCSD (High Speed Circuit Switched Data) berkecepatan 9.6 kbps dan 43.2 kbps. Selain itu juga disertai beberapa kelebihan lainnya seperti CSS (Cascading Style sheets) dan JavaScript, yaitu kemampuan untuk membuka 2 (dua) buah window sekaligus pada waktu yang bersamaan. Untuk membuka data dari Microsoft Office juga tidak ada masalah sama sekali.
Ponsel berbasiskan operasi sitem dari Symbian ini juga mempunyai sesuatu yang lebih menarik lagi, anda bisa melihat tampilan video atau animasi melalui software Macromedia Flash Player atau Real One Player yang juga turut disisipkan didalamnya.
Ada 2 (dua) buah display yang dimiliki, menggunakan jenis layar TFT (Thin Film Transistor) berjumlah 4096 warna. Layar eksternalnya berukuran 80 x 48 piksel sedangkan layar internal berukuran 640 x 200 piksel (tampilan seri 80). Saat anda membuka ponsel jenis clamshell berdimensi 158 x 56 x 27mm ini, anda akan melihat susunan keyboardsoftkeys yang berfungsi sebagai context sensitive / akses cepat ke menu tertentu.
Kemampuan menyimpan datanya cukup besar, yakni 16MB, 6MB sudah terpakai untuk aplikasi yang terdapat didalamnya. Nokia 9210 memiliki kapasitas penyimpanan 14MB, jadi hanya selisih sebesar 2MB saja. Jika anda ingin membeli memori tambahan, tersedia juga MMC (MultiMedia Card) slot.
Penerimaan panggilan bisa dilakukan dengan speaker phone juga loh, yang kualitas suaranya dijamin bersih dan jernih sekali.
Untuk sinkronisasi ponsel bisa dilakukan lewat PC melalui program SyncML yang kompatibel dengan program - program standar lainnya.
Dengan kemampuan baterai 1300 mAh berbahan Lithium-Ion, ponsel ini mampu bertahan sampai 4 - 5 hari dengan waktu bicara sekitar 3 - 4 jam.

SPESIFIKASI

Network system GSM 900 / GSM 1800

Size 158 x 56 x 27 mm

Weight 244 g

Display
- TFT, 4096 colors
- BIG
- Second display (80x48 pixels)

Battery type Standard battery, Li-Ion 1300 mAh

Stand-by up to 230 h

Talk time 4 - 10 h

Ringtones

Option

Number in phone Many

Call records

Memory
- Total 40MB, 8 MB SD-RAM
- MMC card slot
- Processor: 32-bit ARM9-based RISC CPU
- Operating System: EPOC

GPRS -

Messaging SMS, Email, Fax

Infrared port Yes

Games Yes

Color Black

Features
- WAP browser
- Web browser, Flash 5 animations
- Video Streaming
- Attachment viewers
- Video player
- Office: Word, Spreadsheet and Presentation viewer
- Imaging (Camera connectivity)


sumber www.ponseljakarta.com

SE W800i [Review]




Suka musik? Suka bawa walkman atau music player lainnya saat bepergian? Sekarang sudah bukan jamannya lagi! Jadi buat kawula muda atau siapa saja yang mengaku music freak, harus mencoba walkman pintar yang satu ini. Selain berfungsi sebagai walkman, W800 dari Sony Ericsson juga merupakan sebuah ponsel (telepon selular) keren yang bisa menyuguhkan musik digital dengan kualitas tinggi buat kita semua! Otomatis kualitas suara yang dihasilkan sangat baik, begitu juga dengan kualitas headphone yang stereo.
Bermodel candybar dengan dimensi 100 x 46 x 20.5mm dan berat 99 gram, W800 tampil memikat dengan paket fitur canggih seperti kamera digital 2MP, MP3 Player, Video Player, FM Radio, GPRS, Bluetooth, dsb. Kapasitas memori penyimpanan dibuat sangat besar mengingat begitu banyak fitur serta aplikasi yang dibenamkan. Ada 512MB space yang tersedia dan diperkirakan bisa menyimpan 150 lagu.
Kemampuan baterai untuk bertahan hingga 30 jam juga merupakan aspek yang diperhatikan untuk keleluasaan anda berinteraksi dengan ponsel.

SPESIFIKASI

Network system GSM900 / GSM1800 / GSM1900

Size 100 x 46 x 20.5 mm

Weight 99 g (including battery)

Display TFT, 256K colors, 176 x 220 pixels

Battery type Li-Ion

Stand-by 400 hours

Talk time 9 hours

Ringtones
- Polyphonic 40 channels
- MP3
- Customization: Composer, download

Option

Number in phone

Call records

Memory - Shared Memory 38 MB
- Memory Stick Pro Duo card slot(up to 1GB)
- 512 MB card included

GPRS Class 10 (4+1/3+2 slots)
Messaging

Infrared port

Games Yes: + downloadable

Color

Features
- Camera 2 MP, 1600x1200 pixels, autofocus, video, flash
- USB
- Bluetooth
- WAP 2.0
- Infrared
- Email Client
- Wallpapers, screensavers
- MP3/AAC player, up to 30h playback if the phone is switched off
- Video player
- FM radio with RDS
- Image viewer
- Picture editor
- Organiser
- SyncML


sumber : www.ponseljakarta.com

Kematiyan

Kematian, sebuah kata yang mengerikan bagi kebanyakan orang, dari kata dasar mati, yang dapat di analogikan sebagai sesuatu yang tidak bernyawa, tidak bisa berkembang sesuai jamannya, hmmm...tetapi bagiku, mati merupakan hal yang indah, jika kita mati, semua kebusukan dan semua kemunafikan tentang hidup akan menghilang begitu saja!(?) bingung juga sih mendefinisikan mati menurut diriku, karena pemahaman tentang mati tidak saja terkait dengan aspek-aspek empiris yang bisa dibuktikan dengan ilmu-ilmu pengetahuan, hehehe mungkin kalian semua menganggap aku agak mencla-mencle dan tidak bisa memberikan alasan mengapa aku menyukai kematian, seperti ketika aku berbicara mengenai seorang dosen yang dianggap menyebalkan oleh sebagian besar dan bahkan mungkin semua anak didiknya, aku malah menyukainya, baik cara mengajar, memberikan pengertian-pengertian, memang kadangkala dia agak menyimpang dan sering mengulang-ulang hal yang sama, tetapi aku tak pernah bosan untuk mengikuti kuliah dia, walaupun itu jam 7 pagi (padahal paling males kalo kuliah pagi, hehehe), yah terlepas dari semua pendapat dan persepsi orang tentang kematian, aku suka kematian, aku berbahagia jika dekat kematian, tetapi aku lebih suka hidup dan berkarya menggunakan kemampuanku sendiri dan bisa membantu orang yang membutuhkan!

Almost Heaven West Java

Bangun pagi pukul 08.00, ambil rokok, disumet, trus di nikmati...tak lupa mbikin segelas es kopi, untuk penyegaran. melihat ke arah komputer, semua tampak biasa dan seperti biasa, ada pak poor, dan lain-lain.... sambil menghisap rokok, buka friendster, ah tidak ada apa-apa...tutup lagi, buka multiply, juga biasa saja...oh iya, belum ngelihat tagihan kartu halo bulan ini, buka 9210i kesayanganku, pilih menu message, ketik HALO dan kirim ke 333 (iklan layanan masyarakat kie, hehehe) tak alam pesan terikirim, dan sambil melihat hp yang satunya apakah ada sms atau missed call....ah ternyata kosong, dan 9210i pun melantunkan tembang dari Bondan Prakoso & Fade2Black...oh sms balasan dari telkomsel, ternyata tagihan untuk bulan ini masih berjumlah Rp 110,540, okelah..masih aman (upaya penghematan lumayan sukses, soale biasanya tanggal segini sudah habis 400ribu, hahaha)
Kulanjutkan aktifitas pagi hari, terasa ada yang aneh! apakah itu? oh iya...perutku terasa melilit, waktunya untuk membuang rejeki yang telah kunikmati rupanya, dengan tergesa kunyalakan sebatang rokok lagi, tetapi kali ini bukan yang biasanya, kuambil rokok yang cepat abis, LA Lights special edition dari bapak, selain rasanya yang beda dari LA yang dijual di toko, rokok jenis ini cepat habis dan tidak terbuang kalo di hisap sembari mengkhayal di wc. Setelah urusan perWC-an beres, ah mengapa tidak mandi sekalian? sudah 3 hari tidak mandi, apa kata wanita-wanita nantinya? hahaha, akhirnya mandi dengan "serius", sampai lama banget kayak putri keraton, akhirnya keluar kamar mandi dengan tubuh segar! setelah mandi dan berganti pakaian yang lebih pantas (pantas untuk diajak keluar) aku men-starter shogun hitam yang berdiam di parkiran kost, kupanasi sebentar lalu langsung kugeber menuju satu tujuan! Mie Jakarta, ya, mau makan apalagi di pagi hari begini? di tengah jalan bertemu dengan Angel, dengan muka masih kusut dan ngecap bantal dia menyapaku dan akau membalasnya, rupanya dia akan ke tempat Meitri, ya sudah, kulanjutkan lagi melewati sebuah tanjakan, satu-satunya jalan besar yang menuju ke dunia luar (luar Bukit Indah), sesampainya di Mie Jakarta, pengunjung sudah sangat ramai 9ah, telat datang pikirku), tak apalah, aku memesan semangkok mie komplit dengan ukuran jumbo (kalau yang biasa , gak wareg rek!), daripada menunggu di tempat rame, mendingan naik ke lantai 2, masuk ke Gubuk Dongeng, setelah mencari-cari buku yang akan kupinjam, akhirnya aku memutuskan untuk meminjam dua buah buu karangan P.A.T, Sekali Peristiwa Di Banten Selatan, dan Di tepi Kali Bekasi, oke, bayar dan ngurus administrasi, aku turun lagi, dan...ah...bertambah ramai, untungnya masih ada sisa satu tempat duduk di pojokan, langsung saja aku duduk disitu dan membaca sembari menunggu pesenan datang, tak lama duduk, semangkok mie ukuran jumbo dengan segelas es teh tawar pun datang, asyik...langsung saja Sikat!!!begitu perintah komandan otak kepada seluruh indera ku...tanpa memperdulikan lagi keadaan sekitar, aku segera menghabisi sang korban, cukup membutuhkan waktu rupanya...akhirnya setelah selesai, aku membayar di kasir, dan mendapat potongan 500 rupiah ( langganan sih, masa iya gak dapet diskon...)
Sesampainya di kost, agak sedikit bingung, kuliah masih lama, dan tidak ada kerjaan, ah iya aku kan baru aja minjem buku, akhirnya kubaca buku Sekali Peristiwa Di Banten Selatan, well...P.A.T banget isinya..hehehe emang yang ngarang dia kan? sangat menarik! Setelah selesai menghabiskan satu buku, aku ingin melanjutkan ke buku yang satunya lagi, tapi setelah kupikir-pikir, masih lama kan balikinnya, mendingan buat ntar malem aja...sampai pada akhirnya aku memutuskan untuk menulis blog ini, keadaan di luar kamar hujan rintik-rintik disertai angin sepoi-sepoi, aku ditemani oleh teman setia sejak SMA, Djarum Super, hehehe..enak, gak cepet abis kalo di sambi. Akhirnya, sudah waktuku untuk berangkat kuliah.

Toleransi

Memang, toleransi itu sulit apalagi dengan sesorang yang kita cintai, tapi apa daya dan apa guna jika kita terus memaksakan kehendak jika seseorang itu sudah benar-benar berbeda pendapat dengan kita? aku nulis ini karena sedih sekali bikin suasana ngobrol jadi tidak kondusif, aku nyesel....ah sudahlah, life's must go on, dan aku tak akan menyerah walau di dunia ini tidak ada satupun yang mau menjadi temenku, aku akan berusaha sendiri menantang Tuhan sampai diberikan jawaban.

23.00 AM

Enjoy the fullmoon around 23am when a new flower blossoms through the heatwave. The texture of maresias reflect. Everyday life and i find myself, fliying away while she's introducing the new day, I'm leaving behind....freedom.

Saturday, April 22, 2006

Axioo SL 756



gambar dari notebook pertama saya